Sejauh mana pemahaman Anda tentang
konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: disiplin
positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan
segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan?
Disiplin
Positif :
Tujuan
dari disiplin positif adalah menanamkan motivasi pada murid-murid kita untuk
menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan
nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid kita memiliki motivasi
tersebut, mereka telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka
panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah.
Mereka akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan
meskipun mereka tidak mendapatkan hadiah/ penghargaan ataupun mereka. Hal itu
karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang
mereka hargai.
Posisi
control guru :
Ada
5 posisi control guru dalam menerapkan disiplin pada murid :
1. Sebagai
penghuku
2. Sebagai
pembuat orang merasa bersalahSebagai
teman
3. Sebagai
monitor / Pemantau
4. Sebagai
Manager
Untuk
mendapatkan disiplin positif posisi control yang paling tepat adalah sebagai
Manager, di mana pada posisi ini mampu membektuk pribadi murid yang mandiri,
merdeka, bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Dengan posisi guru
sebagai manager, siswa tidak merasa dihukum sehingga tercipta lingkungan
pembelajaran yang nyaman dan aman.
Ada
5 Kebutuhan Dasar Manusia :
1. Kebutuhan
Bertahan Hidup
2. Cinta
dan Kasih Sayang
3. Penguasaan
( Kebutuhan Pengakuan Atas Kemampuan
4. Kebebasan
( Kebutuhan Akan Pilihan )
5. Kesenangan
( Kebutuhan Untuk Merasa Senang )
Dalam
memenuhi kebutuhan tersebut bisa dengan cara positif maupun negative. Akan lebih bijaksana jika kita melakukan identifikasi kebutuhan apa yang mendorong perilaku siswa terlebih dahulu, baru kemudian
mencari solusi positif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Keyakinan
Kelas :
Dalam
menumbuhkan karakter disiplin, siswa akan lebih tergerak untuk menjalankan
keyakinannya daripada mengikuti peraturan yang memaksa siswa.
🔅 Keyakinan
kelas dibuat sebagai hasil kesepakatan kelas ( semua warga kelas berkontribusi
dalam pembuatan keyakinan kelas ), bukan bentukan guru.
🔅 Keyakinan
kelas dapat ditinjau kembali dari waktu ke waktu.
🔅 Keyakinan
Kelas dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
Segitiga
Restitusi
Restitusi
adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan dengan
cara yang memungkinkan murid untuk membuat evaluasi internal tentang apa yang
dapat mereka lakukan untuk memperbaiki kesalahan mereka. Dengan restitusi ini mereka
menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai.
Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan
konsep-konsep inti tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di
lingkup kelas maupun sekolah Anda.
Pengalaman
saya dalam menciptakan budaya positif : di awal semester saya menyampaikan
program pembelajaran dan penilaian. Kemudian kelas membuat kesepakatan untuk
kebersamaan agar kegiatan pembelajarn berlangsung lancar dan nyaman serta semua
penilaian terpenuhi.
Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda
menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika
iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasinya dan posisi
Anda saat itu.
Sebelum
mempelajari modul ini dalam menghadapi permasalahan anak saya pernah menerapkan
segitiga restitusi pada posisi :
1. Posisi
penghukum : Ketika ada anak yang tidak focus saat pembelajaran, saya meminta
anak mengerjakan soal ke depan kelas.
2. Membuat
anak merasa bersalah : ketika anak datang terlambat, saya minta anak
mengevaluasi keterlambatannya.
Perubahan apa yang terjadi pada cara
berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun sekolah Anda
setelah mempelajari modul ini ?
Setelah mempelajari
modul ini, perubahan yang terjadi pada cara berfikir saya dalam menciptakan
budaya positif di kelas adalah :
1. Saya
mulai merefleksi dan mengevaluasi budaya disiplin yang selama ini telah saya
terapkan.
2. Saya
mulai melakukan perubahan dan perbaikan dalam menyelesaikan masalah di kelas
maupun seskolah sesuai dengan disiplin positif yang telah saya pelajari untuk
menciptakan budaya positif yang berpihak pada murid.
Seberapa penting mempelajari topik modul ini
bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin
pembelajaran?
Sangat penting bagi
saya mempelajari topic Budaya Positif karena saya sebagai individu dan pemimpin
pembelajar harus bisa dan mampu memahamai cara mewujudkan budaya positif baik
dikelas maupun disekolah untuk menumbuhkan karakter baik bagi siswa sejak dini.
Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat
dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
Untuk
membuat dampak/perbedaan di lingkungan yang bisa saya lakukan setelah mempelajari
Budaya Positif adalah :
1. Mulai
menerapkan budaya positif dengan konsep perubahan dari paradigm stimulus respon
menjadi posisi control, sehingga tercipta motivasi internal dari diri siswa
untuk berbudaya positif.
2. Menerapkan
keyakinan kelas bukan peraturan kelas.
3. Bijaksana
dalam menyikapi kebutuhan dasar siswa dengan mengarahkan ke pemenuhan kebutuhan
secara positif.
4. Melakukan
segitiga restitusi ketika menyelesaikan masalah kelas atau sekolah.
Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal
lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya
positif baik di lingkungan kelas maupun sekolah?
Selain
konsep di atas hal lain yang perlu dipelajari dalam proses menciptakan budaya
positif di kelas maupun sekolah adalah :
1. Memberi
teladan bagi anak : guru harus selalu menjadi teladan yang baik nagi anak.
2. Meyakinkan
betapa pentingnya budaya positif untuk kebaikan suatu organisasi
3. Melatih dan meningkatkan kesabaran dalam menuntun dan mengarahkan siswa.
4. Belajar seni dan trik bagaimana menegur dengan tanpa
melukai.
Langkah-langkah awal apa yang akan
Anda lakukan jika kembali ke sekolah/kelas Anda setelah mengikuti sesi ini?
Setelah
mengikuti pembelajaran materi Budaya Positif, langkah awal yang akan saya
lakukan di kelas atau sekolah adalah :
1. Berkolaborasi dan diskusi dengan kepala sekolah, rekan sejawat
untuk bersama-sama mewujudkan Budaya Positif di Sekolah.
2.
Membuat kesepakatan untuk mewujudkan keyakinan kelas
3.
Mengidentifikasi kebutuhan siswa
4.
Menerapkan keyakinan kelas.
5.
Melakukan refleksi dan evaluasi.