OLEH : SUPARTI, S,Pd
CGP Angkatan 4, Kabupaten Magetan
PEMBELAJARAN TATAP MUKA 100%
A.
FACTS ( Peristiwa )
LATAR BELAKANG
Dalam Surat Keputusan
Bersama 4 Menteri ( Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,
Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia )
Nommor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor
420-1026 Tahun 2022 Tertanggal 22 April 2022 Tentang Panduan Penyelenggaraan
Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 disebutkan bahwa Satuan pendidikan yang berada
pada PPKM level 1
(satu), PPKM
level 2 (dua), dan PPKM level 3 (tiga) dengan capaian vaksinasi dosis 2 (dua)
pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80% (delapan puluh persen)
dan capaian vaksinasi dosis 2 (dua) pada warga masyarakat lansia di atas 60% di
tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pembelajaran tatap muka dengan ketentuan
sebagai berikut:
(1) dilaksanakan setiap hari;
(2) jumlah peserta didik 100% (seratus persen) dari kapasitas ruang kelas
(3) jam pembelajaran
sesuai dengan kurikulum yang digunakan di satuan Pendidikan.
Menindaklanjuti
SKB 4 Menteri tersebut, maka Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga
Kabupaten Magetan mengeluarkan Surat Edaran Tertanggal 9 Mei 2022 yang berisi
bahwa di kabupaten Magetan berada pada PPKM Level 1 dengan cakupan vaksin untuk
tenaga Pendidik dosis II sudah 100% dan Lansia tahap II juga 100%. Sehingga di
Kabupaten Magetan pelaksanaan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan dapat
dilakcanakan 100% dari kapasitas ruang kelas dengan jam pembelajaran sesuai
dengan kurikulum yang di gunakan di Satuan Pendidikan.
SMP
Negeri 1 Plaosan, jumlah siswanya tidak sedikit. Sebanyak 767 orang siswa
dengan luas lahan yang hanya sekitar 3100 m2, di mana luas halaman
yang tidak lebih dari 600 m2 yang
tidak memungkinkan bisa menjaga jarak tanpa pengawasan ekstra. Apalagi
didukung pada saat penerapan Tatap Muka terbatas sebelumnya, kemungkinan ada
siswa yang positif terpapar covid-19, akhirnya ketika diadakan rapid secara
sampel dari 10% siswa ternyata lebih dari 10% sampel terindikasi positif. Dan
ketika ditrakcing, dari sampel yang dilakukan rapid antigen diperoleh hasil
lebih dari 20% dinyatakan positif Covid-19.
Warga
sekolah masih merasa was-was dengan kondisi sekolah tersebut jika harus melaksanakan
Pembelajaran Tatap Muka 100%, meskipun 100% pendidik dan tenaga kependidikan di
SMP Negeri 1 Plaosan telah mengikuti vaksin Dosis II dan sebagian besar telah
mengikuti Booster. Demikian juga dengan siswa SMP Negeri 1 Plaosan 100 % juga
telah melaksanakan Vaksin Dosis II.
Namun sebagai tindak lanjut dari SKB 4 Menteri dan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, maka di SMP Negeri 1 Plaosan sejak tanggal 9 Mei 2022 dimulailah Pembelajaran tatap Muka 100% dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Anak-anak masih diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pada saat kedatangan dan tetap menjaga jarak.
Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100%
ALASAN
MELAKSANAKAN AKSI NYATA :
Berdasarkan
latar belakang peristiwa di atas, jika diidentifikasi maka merupakan dilema
etika, sekolah harus memiliki pilihan dalam melakukan pembelajaran, harus
melaksanakan Pembelajaran tatap Muka 100% karena mematuhi peraturan ataukah
belum melaksanakan Tatap Muka Terbatas 100% karena mempertimbangkan kesehatan
warga sekolah. Akhirnya seklah memutuskan Pembelejaran Tatap Muka 100% dengan
alasan adanya learning loss yang terjadi pada siswa salah satunya dalam bentuk
penurunan capaian belajar siswa. Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring
berdampak pada menurunnya tingkat percaya diri dan karakter siswa.
Dalam
mengambil keputusan ini perlu dilakukan pengujian pengambilan keputusan dengan
menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan, sehingga keputusan yang diambil
adalah keputusan terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung
jawabkan. Maka pihak sekolah yang terdiri dari Kepala Sekolah, Waka dan Kaur,
serta wali kelas, terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi guna membahas
langkah-langkah pengambilan keputusan tentang kegiatan Pembelajaran tatap Muka
100%.
HASIL AKSI NYATA :
Proses
Pengambilan Keputusan dengan menjawab 9 langkah pertanyaan penuntun berikut ini
:
1. Apa
nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut ? Rasa Keadilan
lawan Rasa Kasihan
2. Siapa
yang terlibat dalam situasi tersebut ? Kepala Sekolah, Dewan guru (termasuk
saya), murid
3. Apa
fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?
Pembelajaran
Tatap Muka 100%, Surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan olahraga
kabupaten Magetan tentang pembelajaran tatap muka 100%, Lahan sekolah sempit
dengan jumlah siswa tidak sedikit, pengalaman sebelumnya ketika tatap muka
terbatas 100% lebih dari 20% sampel siswa terindikasi positif Covid-19.
4. Pengujian
benar atau salah
· Apakah
ada pelanggarah hukum dalam situasi tersebut ( uji Legal ) ? Tidak ada
· Apakah ada pelanggaran peraturan / Kode etik profesi ( Uji Regulasi ) Ada
· Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda apakah ada yang salah dalam situasi ini (uji intuisi)? Tidak ada
* Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran ? apakah Anda merasa nyaman ? Tidak apa-apa
·
Kira-kira
keputusan apa yang akan diambil oleh panutan / idola Anda dalam situasi ini ?
Kemungkinan besar Kepala Sekolah yang menjadi panutan saya akan mengambil
keputusan yang sama dengan yang dikehendaki dewan guru (saya) yaitu Melaksanakan
Pembelajaran Tatap Muka 100%.
5. Jika
situasinya adalah situasi dilemma etika paradigma mana yang terjadi dalam
situasi tersebut ? Rasa Keadilan lawan
Rasa Kasihan ( Justice vs Mercy )
6. Dari
3 prinsip penyelesaian dilema prinsip mana yang akan dipakai ? Prinsip berbasis
peraturan
7. Apakah
ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk
menyelesaikan masalah ini (investigasi opsi trilema) ? Ada, yaitu melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100% dengan mematuhi protokol kesehatan dengan pengawasan ketat dari Bapak Ibu Guru.
8. Apa
keputusan yang akan diambil ? Keputusan yang diambil yaitu Melaksanakan
Pembelajaran tatap Muka 100% dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan guru mengawasi keterlaksanaan Protokol kesehatan.
9. Coba
lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan ! Menurut saya keputusan yang diambil
oleh Sekolah sudah tepat, yaitu Melaksanakan Pembelajaran tatap Muka 100%
dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.
TINDAK LANJUT PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pembelajaran
dilaksanakan secara Tatap Muka 100% dengan mematuhi protocol kesehatan, di mana
guru digilir piket bergantian setiap hari untuk memantau peterlaksanaan
protocol kesehatan warga sekolah, meliputi cek suhu tubuh saat kedatangan, pemakaian masker, mencuci tangan dan
menjaga jarak dan pada saat kedatangan. Demikian pula pada saat kepulangan guru piket harus mengatur kepulangan anak-anak agar tidak berjubel saat keluar sekolah.
B. FEELING
( PERASAAN )
Dalam melaksanakan aksi Nyata Modul 3.1 saya semula merasa ragu-ragu, was-was jika covid kembali mewabah. Tapi Alhamdulillah akhirnya saya merasa lega, sampai saat ini pada hari ke 20 Pembelajaran Tatap Muka 100% tidak ada berita perkembangan covid-19 khususnya di sekolah saya dan di wilayah Magetan umumnya. Hal ini sangat mendukung keterlaksaaan Pembelajaran Tatap Muka berikutnya, sehingga pembelajaran akan semakin kondusif yang akan berdampak pada kualitas pendidikan umumnya.
C. FINDING
( PEMBELAJARAN )
Permasalahan
yang muncul baik pada individu maupun pada suatu organisasi harus kita cari
solusinya secara bijaksana, sehingga
pengambilan keputusan yang akan kita lakukan berdampak positif. Pembelajaran
yang dapat diambil setiap mengahadapi
sebuah dilema etika atau bujukan moral adalah perlu adanya kolaborasi dan
kerjasama pada semua pihak dalam menghadapi dilemma. Dalam pengambilan
keputusan perlu mempertimbangkan 4 paradigma dilemma etika, 3 prinsip
pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan sehingga apa yang
kita putuskan tidak menguntungkan kepada salah satu pihak tetapi akan mengayomo
seluruh pihak, sehingga akan terwujud suasana nyaman pada seluruh pihak yang
berkepentingan.
D. FUTURE ( PERUBAHAN )





