Rabu, 01 Juni 2022

3.1.a.10 AKSI NYATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 OLEH : SUPARTI, S,Pd

CGP Angkatan 4, Kabupaten Magetan

 

PEMBELAJARAN TATAP MUKA 100%


A.    FACTS ( Peristiwa )

LATAR BELAKANG

Dalam  Surat Keputusan Bersama 4 Menteri ( Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ) Nommor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor 420-1026 Tahun 2022 Tertanggal 22 April 2022 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 disebutkan bahwa Satuan pendidikan yang berada pada PPKM level 1 (satu), PPKM level 2 (dua), dan PPKM level 3 (tiga) dengan capaian vaksinasi dosis 2 (dua) pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80% (delapan puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 2 (dua) pada warga masyarakat lansia di atas 60% di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pembelajaran tatap muka dengan ketentuan sebagai berikut:

(1)      dilaksanakan setiap hari;

(2)    jumlah peserta didik 100% (seratus persen) dari kapasitas ruang kelas

(3) jam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang digunakan di satuan Pendidikan.


SKB 4 Menteri Tahun 2022 

tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19


Menindaklanjuti SKB 4 Menteri tersebut, maka Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan mengeluarkan Surat Edaran Tertanggal 9 Mei 2022 yang berisi bahwa di kabupaten Magetan berada pada PPKM Level 1 dengan cakupan vaksin untuk tenaga Pendidik dosis II sudah 100% dan Lansia tahap II juga 100%. Sehingga di Kabupaten Magetan pelaksanaan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan dapat dilakcanakan 100% dari kapasitas ruang kelas dengan jam pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang di gunakan di Satuan Pendidikan.



Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga 
Kabupaten Magetan tentang PTM 100%



SMP Negeri 1 Plaosan, jumlah siswanya tidak sedikit. Sebanyak 767 orang siswa dengan luas lahan yang hanya sekitar 3100 m2, di mana luas halaman yang tidak lebih dari 600 m2 yang  tidak memungkinkan bisa menjaga jarak tanpa pengawasan ekstra. Apalagi didukung pada saat penerapan Tatap Muka terbatas sebelumnya, kemungkinan ada siswa yang positif terpapar covid-19, akhirnya ketika diadakan rapid secara sampel dari 10% siswa ternyata lebih dari 10% sampel terindikasi positif. Dan ketika ditrakcing, dari sampel yang dilakukan rapid antigen diperoleh hasil lebih dari 20% dinyatakan positif Covid-19.

Warga sekolah masih merasa was-was dengan kondisi sekolah tersebut jika harus melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100%, meskipun 100% pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Plaosan telah mengikuti vaksin Dosis II dan sebagian besar telah mengikuti Booster. Demikian juga dengan siswa SMP Negeri 1 Plaosan 100 % juga telah melaksanakan Vaksin Dosis II.

Namun sebagai tindak lanjut dari SKB 4 Menteri dan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, maka di SMP Negeri 1 Plaosan sejak tanggal 9 Mei 2022 dimulailah Pembelajaran tatap Muka 100% dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Anak-anak masih diwajibkan memakai masker, mencuci tangan pada saat kedatangan dan tetap menjaga jarak.


              

                 Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka 100%


 

ALASAN MELAKSANAKAN AKSI NYATA :

Berdasarkan latar belakang peristiwa di atas, jika diidentifikasi maka merupakan dilema etika, sekolah harus memiliki pilihan dalam melakukan pembelajaran, harus melaksanakan Pembelajaran tatap Muka 100% karena mematuhi peraturan ataukah belum melaksanakan Tatap Muka Terbatas 100% karena mempertimbangkan kesehatan warga sekolah. Akhirnya seklah memutuskan Pembelejaran Tatap Muka 100% dengan alasan adanya learning loss yang terjadi pada siswa salah satunya dalam bentuk penurunan capaian belajar siswa. Selain itu pelaksanaan pembelajaran daring berdampak pada menurunnya tingkat percaya diri dan karakter siswa.

Dalam mengambil keputusan ini perlu dilakukan pengujian pengambilan keputusan dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan, sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik, berpihak kepada murid, serta dapat dipertanggung jawabkan. Maka pihak sekolah yang terdiri dari Kepala Sekolah, Waka dan Kaur, serta wali kelas, terlebih dahulu mengadakan rapat koordinasi guna membahas langkah-langkah pengambilan keputusan tentang kegiatan Pembelajaran tatap Muka 100%.

HASIL AKSI NYATA :

Proses Pengambilan Keputusan dengan menjawab 9 langkah pertanyaan penuntun berikut ini :

1.  Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut ? Rasa Keadilan lawan Rasa Kasihan 

2.  Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ? Kepala Sekolah, Dewan guru (termasuk saya),  murid

3.  Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

Pembelajaran Tatap Muka 100%, Surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan olahraga kabupaten Magetan tentang pembelajaran tatap muka 100%, Lahan sekolah sempit dengan jumlah siswa tidak sedikit, pengalaman sebelumnya ketika tatap muka terbatas 100% lebih dari 20% sampel siswa terindikasi positif Covid-19.

4.  Pengujian benar atau salah

·      Apakah ada pelanggarah hukum dalam situasi tersebut ( uji Legal ) ? Tidak ada

·      Apakah ada pelanggaran peraturan / Kode etik profesi ( Uji Regulasi ) Ada

·       Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda apakah ada yang salah dalam situasi ini (uji intuisi)? Tidak ada

*    Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran ? apakah Anda merasa nyaman ? Tidak apa-apa

·       Kira-kira keputusan apa yang akan diambil oleh panutan / idola Anda dalam situasi ini ? Kemungkinan besar Kepala Sekolah yang menjadi panutan saya akan mengambil keputusan yang sama dengan yang dikehendaki dewan guru (saya) yaitu Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100%.

5.  Jika situasinya adalah situasi dilemma etika paradigma mana yang terjadi dalam situasi tersebut ?  Rasa Keadilan lawan Rasa Kasihan ( Justice vs Mercy )

6.  Dari 3 prinsip penyelesaian dilema prinsip mana yang akan dipakai ? Prinsip berbasis peraturan

7.  Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini  (investigasi opsi trilema) ? Ada, yaitu melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100% dengan mematuhi protokol kesehatan dengan pengawasan ketat dari Bapak Ibu Guru.

8.  Apa keputusan yang akan diambil ? Keputusan yang diambil yaitu Melaksanakan Pembelajaran tatap Muka 100% dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan guru mengawasi keterlaksanaan Protokol kesehatan.

9.  Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan ! Menurut saya keputusan yang diambil oleh Sekolah sudah tepat, yaitu Melaksanakan Pembelajaran tatap Muka 100% dengan tetap mematuhi protocol kesehatan.

 

TINDAK LANJUT PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pembelajaran dilaksanakan secara Tatap Muka 100% dengan mematuhi protocol kesehatan, di mana guru digilir piket bergantian setiap hari untuk memantau peterlaksanaan protocol kesehatan warga sekolah, meliputi cek suhu tubuh saat kedatangan, pemakaian masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dan pada saat kedatangan. Demikian pula pada saat kepulangan guru piket harus mengatur kepulangan anak-anak agar tidak berjubel saat keluar sekolah.

B.       FEELING ( PERASAAN  )

Dalam melaksanakan aksi Nyata Modul 3.1 saya semula merasa ragu-ragu, was-was jika covid kembali mewabah. Tapi Alhamdulillah akhirnya saya merasa lega, sampai saat ini pada hari ke 20 Pembelajaran Tatap Muka 100% tidak ada berita perkembangan covid-19 khususnya di sekolah saya dan di wilayah Magetan umumnya. Hal ini sangat mendukung keterlaksaaan Pembelajaran Tatap Muka berikutnya, sehingga pembelajaran akan semakin kondusif yang akan berdampak pada kualitas pendidikan umumnya.

C.       FINDING ( PEMBELAJARAN )

Permasalahan yang muncul baik pada individu maupun pada suatu organisasi harus kita cari solusinya secara bijaksana,  sehingga pengambilan keputusan yang akan kita lakukan berdampak positif. Pembelajaran yang dapat diambil  setiap mengahadapi sebuah dilema etika atau bujukan moral adalah perlu adanya kolaborasi dan kerjasama pada semua pihak dalam menghadapi dilemma. Dalam pengambilan keputusan perlu mempertimbangkan 4 paradigma dilemma etika, 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan sehingga apa yang kita putuskan tidak menguntungkan kepada salah satu pihak tetapi akan mengayomo seluruh pihak, sehingga akan terwujud suasana nyaman pada seluruh pihak yang berkepentingan.

 

D. FUTURE ( PERUBAHAN )

Proses pengambilan keputusan yang dilakukan dalam mencari solusi pada kasus ini mungkin belumlah sempurna. Untuk ke depannya bila mengalami kasuu dilemma etika lagi, maka kami akan lebih berusaha menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan agar diperoleh keputusan yang bijaksana yang berpihak pada murid.

CEK SUHU SAAT KEDATANGAN

                                                                   CUCI TANGAN SAAT KEDATANGAN

PEMBELAJARAN TATAP MUKA 100% DI KELAS







AKSI NYATA

 NAMA   : SUPARTI CGP ANGKATAN 4_SMPN 1 PLAOSAN kABUPATEN MAGETAN, JATIM AKSI NYATA 3.3.A.10 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID MENYUSUN KESE...