2.3.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI - COACHING
OLEH :
SUPARTI_CGP ANGKATAN 4_SMP NEGERI 1 PLAOSAN,
MAGETAN, JATIM
Definisi Coaching
Coaching adalah sebuah percakapan, dialog saat seorang coach dan
seseorang berinteraksi dalam sebuah komunikasi yang dinamis untuk mencapai
tujuan, meningkatkan kinerja dan menuntun seseorang mencapai keberhasilannya.
Perbedaan Coaching, Mentoring dan Counseling
Proses dimana seorang teman, guru,
pelindung, atau pembimbing yang bijak dan penolong menggunakan pengalamannya
untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan dan mencegah bahaya (Stone,2002)
Konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Gibson dan Mitchell 2003).
COACHING DALAM KONTEKS PENDIDIKAN
Coaching menjadi salah satu proses ‘menuntun’
belajar murid untuk mencapai kekuatan kodratnya Sebagai seorang ‘pamong’. Guru
dapat memberikan ‘tuntunan’ melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif
agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya.
Pertanyaan-pertanyaan dalam proses coaching juga
membuat murid lebih berpikir secara kritis dan mendalam sehingga murid dapat
menunjukkan potensinya.
Keterampilan dasar coaching
Ada empat keterampilan dasar dari
proses coaching, diantaranya :
- Keterampilan
membangun proses dasar coaching
- Keterampilan
membangun hubungan baik
- Keterampilan
berkomunikasi
- Keterampilan
menfasilitasi pembelajaran
Coaching Model
TIRTA
- Tujuan :
Menyampaikan tujuan coaching
- Identifikasi :
Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada
identifikasi potensi coachee
- Rencana
Aksi :
Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi
coachee dalam menyelesaikan permasalahannya
- Tanggung
jawab :
memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee
dalam menjalankan rencana aksinya
4 aspek
berkomunikasi untuk mendukung praktik Coaching
- Komunikasi asertif
- Pendengar
aktif
- Bertanya
efektif
- Umpan
balik positif
Keterkaitan Antar
Materi :
Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara sangatlah relevan dengan
dunia Pendidikan saat ini, menjadi acuan dan dasar pemerintah dalam memajukan
pendidikan di indonesia. Menurut beliau bahwa pendidikan adalah proses
menuntun tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodrat dan iradat yang
dimilikinya agar anak tersebut memperoleh kebahagaian dan keselamatan baik
sebagai individu maupun bagian dari masyarakat.
Salah satu proses menuntun tersebut dapat dilakukan dengan cara
coaching. Dalam coaching guru berperan sebagai coach yang dapat menuntun murid
sebagai coachee dengan mengajukan pertanyaan untuk menggali segala potensi dan
kemampuan yang dimiliki murid dengan tujuan menuntun dan mengarahkan untuk mencari
solusi.
Dengan kemampuan dan keterampilan bertanya dari seorang coach
dapat menyadarkan murid akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya sehingga
murid tersebut mendapatkan solusi atas permaslahannya sendiri. Dalam proses
coaching, sangat jelas terlihat bahwa guru dan murid adalah mitra dalam
belajar. Guru dapat membantu murid menemukan kekuatan untuk bisa hidup
sebagai manusia seutuhnya, bahkan melejitkan potensi yang dimiliki murid.
Salah satu cara untuk meningkatkan potensi dan kemampuan murid
adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran yang
dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan minat,
profil dan kesiapan belajarnya.
Guru sebagai coach akan selalu berupaya untuk menggali kebutuhan
belajar murid dengan mendesain proses pembelajaran social emosional yang mampu
memaksimalkan segala potensi yang dimiliki murid. Proses coaching dapat
berjalan degan mengoptimalkan ranah social emosional sehingga setiap murid
mampu menyelesaikan setiap masalah dengan potensi dan kemampuannnya sendiri.
Pada akhirnya mereka akan mampu hidup bebas dan merdeka menentukan jalan
hidupnya sesuai kekuatan dan potensinya masing-masing.
Refleksi terhadap
proses coaching di sekolah
- Coaching adalah salah satu bentuk usaha yang dilakukan guru untuk menuntun segala potensi murid untuk hidup sesuai kodratnya yang dimilikinya
- Coaching menjadikan murid dapat hidup sebagai individu dan bagian masyarakat yang mampu menggali dan memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri ( bukan menggurui juga bukan memberi solusi )
- Coaching dapat menntun murid untuk berkesadaran penuh mencapai kemerdekaan belajar.