Jumat, 01 April 2022

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching


2.3.a.9 KONEKSI ANTAR MATERI - COACHING

OLEH :

SUPARTI_CGP ANGKATAN 4_SMP NEGERI 1 PLAOSAN, 

MAGETAN, JATIM 

Definisi Coaching

Coaching adalah sebuah percakapan, dialog saat seorang coach dan seseorang berinteraksi dalam sebuah komunikasi yang dinamis untuk mencapai tujuan, meningkatkan kinerja dan menuntun seseorang mencapai keberhasilannya.

Perbedaan Coaching, Mentoring dan Counseling 

Proses dimana seorang teman, guru, pelindung, atau pembimbing yang bijak dan penolong menggunakan pengalamannya untuk membantu seseorang dalam mengatasi kesulitan dan mencegah bahaya (Stone,2002)

Konseling adalah hubungan bantuan antara konselor dan klien yang difokuskan pada pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Gibson dan Mitchell 2003).


COACHING DALAM KONTEKS PENDIDIKAN

Coaching menjadi salah satu proses ‘menuntun’ belajar murid untuk mencapai kekuatan kodratnya Sebagai seorang ‘pamong’. Guru dapat memberikan ‘tuntunan’ melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya.

Pertanyaan-pertanyaan dalam proses coaching juga membuat murid lebih berpikir secara kritis dan mendalam sehingga murid dapat menunjukkan potensinya.

 

Keterampilan dasar coaching

Ada empat keterampilan dasar dari proses coaching, diantaranya :

  1. Keterampilan membangun proses dasar coaching
  2. Keterampilan membangun hubungan baik
  3. Keterampilan berkomunikasi
  4. Keterampilan menfasilitasi pembelajaran

Coaching Model TIRTA

  • Tujuan : Menyampaikan tujuan coaching
  • Identifikasi : Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik yang mengarah pada identifikasi potensi coachee 
  • Rencana Aksi : Memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan permasalahannya 
  • Tanggung jawab : memberikan pertanyaan-pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya 

4 aspek berkomunikasi  untuk mendukung praktik Coaching 

  1. Komunikasi asertif 
  2. Pendengar aktif 
  3. Bertanya efektif
  4. Umpan balik positif

Keterkaitan Antar Materi :

Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara sangatlah relevan dengan dunia Pendidikan saat ini, menjadi acuan dan dasar pemerintah dalam memajukan pendidikan di indonesia. Menurut beliau bahwa pendidikan adalah proses menuntun tumbuh kembangnya anak sesuai dengan kodrat dan iradat yang dimilikinya agar anak tersebut memperoleh kebahagaian dan keselamatan baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. 

Salah satu proses menuntun tersebut dapat dilakukan dengan cara coaching. Dalam coaching guru berperan sebagai coach yang dapat menuntun murid sebagai coachee dengan mengajukan pertanyaan untuk menggali segala potensi dan kemampuan yang dimiliki murid dengan tujuan menuntun dan mengarahkan untuk mencari solusi.

Dengan kemampuan dan keterampilan bertanya dari seorang coach dapat menyadarkan murid akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya sehingga murid tersebut mendapatkan solusi atas permaslahannya sendiri. Dalam proses coaching, sangat jelas terlihat bahwa guru dan murid adalah mitra dalam belajar. Guru dapat membantu murid menemukan kekuatan untuk bisa hidup sebagai manusia seutuhnya, bahkan melejitkan potensi yang dimiliki murid.

Salah satu cara untuk meningkatkan potensi dan kemampuan murid adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran yang dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan belajar murid berdasarkan minat, profil dan kesiapan belajarnya.

Guru sebagai coach akan selalu berupaya untuk menggali kebutuhan belajar murid dengan mendesain proses pembelajaran social emosional yang mampu memaksimalkan segala potensi yang dimiliki murid. Proses coaching dapat berjalan degan mengoptimalkan ranah social emosional sehingga setiap murid mampu menyelesaikan setiap masalah dengan potensi dan kemampuannnya sendiri. Pada akhirnya mereka akan mampu hidup bebas dan merdeka menentukan jalan hidupnya sesuai kekuatan dan potensinya masing-masing.

Refleksi terhadap proses coaching di sekolah

  1. Coaching adalah salah satu bentuk usaha yang dilakukan guru untuk menuntun segala potensi murid untuk hidup sesuai kodratnya yang dimilikinya 
  2. Coaching menjadikan murid dapat hidup sebagai individu dan bagian masyarakat yang mampu menggali dan memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri ( bukan menggurui juga bukan memberi solusi )
  3. Coaching dapat menntun murid untuk berkesadaran penuh mencapai kemerdekaan belajar.

AKSI NYATA

 NAMA   : SUPARTI CGP ANGKATAN 4_SMPN 1 PLAOSAN kABUPATEN MAGETAN, JATIM AKSI NYATA 3.3.A.10 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID MENYUSUN KESE...