Menumbuhkan Budaya Positif
melalui
Kesepakatan Kelas
(
Aksi Nyata Modul 1.4 )
oleh : SUPARTI, S.Pd.
CGP Angkatan 4_SMP Negeri 1 Plaosan,
Kabupaten Magetan, Jawa Timur
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala
kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai
anggota masyarakat. Pendidikan tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang
akademik tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter dalam diri anak. Pendidikan karakter di sekolah
bukan hanya mendorong siswa untuk sukses secara akademik maupun moral di
lingkungan sekolah tetapi juga menumbuhkan moral yang baik pada diri siswa
ketika terlibat di dalam masyarakat.
Sekolah yang aman dan
nyaman menjadi idaman bagi semua pihak baik oleh siswa, pendidik, tenaga
kependidikan, Kepala Sekolah maupun orang tua murid dan mayarakat. Sekolah yang
aman dan nyaman terbebas dari tekanan atau paksaan, bullying maupun kekerasan.
Jika di suatu lingkungan sekolah terjadi bullying maka semua warga sekolah akan
merasa tidak nyaman. Hal ini akan mengganggu jalannya pembelajaran yang ada di
sekolah tersebut. Bahkan jika bullying terjadi pada siswa maka bukan tidak
mungkin siswa yang mengalami bullying menjadi malas untuk masuk sekolah karena
merasa takut jika terjadi bullying yang berkelanjutan. Siswa yang mengalami
bulling merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Untuk mewujudkan
sekolah yang aman dan nyaman bukanlah suatu perkara yang mudah. Semua warga
sekolah harus mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal
itu bisa terwujud dengan pembiasaan disiplin dan budaya positif. Sebagai langkah awal dalam menguatkan budaya
positif di sekolah adalah dengan membuat
kesepatakan kelas. Dalam merumuskan kesepakatan kelas semua siswa terlibat aktif
memberikan suaranya tanpa ada paksaan. Dengan kesepakatan kelas anak-anak akan
menjalankan apa yang telah dirumuskan bersama dengan penuh kesadaran dari dalam
dirinya bukan karena paksaan atau aturan yang memaksa. Diperlukan keharmonisan
melalui pembiasaan positif.
Kesepakatan kelas
juga berfungsi sebagai salah satu cara guru untuk melatih tanggung jawab siswa
atas pilihannya sendiri dan rasa menghargai diri terhadap apa yang dibuat dan
disepakati bersama.
Dengan dirumuskannya
kesepakatan kelas diharapan dapat menciptakan budaya dan disiplin positif,
sehingga akan terwujud tujuan pendidikan yakni terwujudnya siswa yang
berkarakter Profil Pelajar Pancasila
B. Tujuan Aksi Nyata Perumusan Kesepakatan Kelas :
Salah satu upaya dalam menumbuhkan
budaya positif adalah melalui merumuskan kesepakatan kelas. Tujuan dari
merumuskan kesepakatan kelas adalah :
1.
Menumbuhkan budaya positif
melalui kesepakatan kelas
2.
Menumbuhkan karakter profil
pelajar pelajar Pancasila melalui budaya positif di kelas
3.
Menghargai Pendapat Orang
Lain
DESKRIPSI AKSI NYATA
- Guru mengajak siswa berfikir tentang kelas impian yang diinginkan
- Guru juga menanyakan bagaimana suasana pembelajaran yang siswa inginkan.
- Guru membagikan stickynote kepada seluruh siswa, masing-masing 1 lembar.
- Siswa menuliskan kelas impian / suasana pembelajaran yang diinginkan.
- Siswa satu persatu menempelkan stikynote di depan kelas.
- Guru memandu menyimpulkan apa yang ditulis murid, salah satu murid menuliskan point-point hasil kesepakatan kelas.P
- Poin-poin kesepakatan kelas tersebut dibuat dalam bentuk poster dan ditempel di dinding ruang kelas
- Guru menjelaskan bahwa kesepakatan kelas bertujuan untuk menumbuhkan budaya positif di kelas dan juga untuk membiasakan seluruh siswa untuk tetap semangat belajar dan selalu menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada diri siswa
KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
a. Keberhasilan
Keberhasilan
dalam aksi nyata ini adalah :
1.
Menghasilkan sebuah kesepakatan kelas
yang dibuat bersama-sama oleh seluruh anggota kelas yang hadir saat itu.
2.
Keberanian siswa dalam mengeluarkan
pendapat/ide/usul tentang kelas impian yang mereka inginkan dan dituangkan
dalam poin-poin kesepakatan kelas
b. Kegagalan
Kegagalan
dalam aksi nyata ini adalah : terkendala waktu proses pelaksanaan kesepakatan
kelas tidak maksimal dikarenakan sekolah dalam kondisi darurat covid-19 siswa
Belajar Dari Rumah ( BDR ) sehingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan
kelas tidak maksimal
Rencana perbaikan
dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah proses pembuatan kesepakatan kelas akan
direncanakan dengan matang baik dari waktu dan tahapannya. Waktunya akan
direncanakan awal semester tahun depan dan diharapkan seluruh siswa ikut andil
mengambil bagian dalam mengeluarkan ide/pendapat/usul/gagasan tentang kelas
impian yang diharapkan/dicapai. Selanjutnya kesepakatan kelas harus
ditandatangani oleh seluruh siswa kelas tersebut sebagai bentuk persetujuan
akan kesepakatan yang dibuat bersama. Dan semoga dalam pelaksanaannya siswa
sudah tidak lagi Belajar dari Rumah ( BDR )
DOKUMENTASI