Jumat, 18 Februari 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

 Menumbuhkan Budaya Positif

melalui Kesepakatan Kelas

( Aksi Nyata Modul 1.4 )

 

oleh : SUPARTI, S.Pd.

         CGP Angkatan 4_SMP Negeri 1 Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur

 

A.    LATAR BELAKANG

Pendidikan memberi tuntunan (menuntun) terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang akademik tetapi lebih menekankan pada pembentukan karakter dalam diri anak. Pendidikan karakter di sekolah bukan hanya mendorong siswa untuk sukses secara akademik maupun moral di lingkungan sekolah tetapi juga menumbuhkan moral yang baik pada diri siswa ketika terlibat di dalam masyarakat.

Sekolah yang aman dan nyaman menjadi idaman bagi semua pihak baik oleh siswa, pendidik, tenaga kependidikan, Kepala Sekolah maupun orang tua murid dan mayarakat. Sekolah yang aman dan nyaman terbebas dari tekanan atau paksaan, bullying maupun kekerasan. Jika di suatu lingkungan sekolah terjadi bullying maka semua warga sekolah akan merasa tidak nyaman. Hal ini akan mengganggu jalannya pembelajaran yang ada di sekolah tersebut. Bahkan jika bullying terjadi pada siswa maka bukan tidak mungkin siswa yang mengalami bullying menjadi malas untuk masuk sekolah karena merasa takut jika terjadi bullying yang berkelanjutan. Siswa yang mengalami bulling merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.

Untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bukanlah suatu perkara yang mudah. Semua warga sekolah harus mempunyai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal itu bisa terwujud dengan pembiasaan disiplin dan budaya positif.  Sebagai langkah awal dalam menguatkan budaya positif  di sekolah adalah dengan membuat kesepatakan kelas. Dalam merumuskan kesepakatan kelas semua siswa terlibat aktif memberikan suaranya tanpa ada paksaan. Dengan kesepakatan kelas anak-anak akan menjalankan apa yang telah dirumuskan bersama dengan penuh kesadaran dari dalam dirinya bukan karena paksaan atau aturan yang memaksa. Diperlukan keharmonisan melalui  pembiasaan positif.

Kesepakatan kelas juga berfungsi sebagai salah satu cara guru untuk melatih tanggung jawab siswa atas pilihannya sendiri dan rasa menghargai diri terhadap apa yang dibuat dan disepakati bersama.

Dengan dirumuskannya kesepakatan kelas diharapan dapat menciptakan budaya dan disiplin positif, sehingga akan terwujud tujuan pendidikan yakni terwujudnya siswa yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila


B.    Tujuan Aksi Nyata Perumusan Kesepakatan Kelas :

Salah satu upaya dalam menumbuhkan budaya positif adalah melalui merumuskan kesepakatan kelas. Tujuan dari merumuskan kesepakatan kelas adalah :

1.   Menumbuhkan budaya positif melalui kesepakatan kelas

2.   Menumbuhkan karakter profil pelajar pelajar Pancasila melalui budaya positif di kelas

3.   Menghargai Pendapat Orang Lain

 

DESKRIPSI AKSI NYATA

 Kesepakatan kelas berisi aturan yang dibuat bersama antara siswa dan guru. Langkah-langkahnya antara lain:

  1. Guru mengajak siswa berfikir tentang kelas impian yang diinginkan
  2.  Guru juga menanyakan bagaimana suasana pembelajaran yang siswa inginkan.
  3. Guru membagikan stickynote kepada seluruh siswa, masing-masing 1 lembar.
  4. Siswa menuliskan kelas impian / suasana pembelajaran yang diinginkan.
  5. Siswa satu persatu menempelkan stikynote di depan kelas.
  6. Guru memandu menyimpulkan apa yang ditulis murid, salah satu murid menuliskan point-point hasil kesepakatan kelas.P
  7. Poin-poin kesepakatan kelas tersebut dibuat dalam bentuk poster dan ditempel di dinding ruang kelas
  8. Guru menjelaskan bahwa kesepakatan kelas bertujuan untuk menumbuhkan budaya positif di kelas dan juga untuk membiasakan seluruh siswa untuk tetap semangat belajar dan selalu menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada diri siswa

 HASIL AKSI NYATA

 Dari hasil aksi nyata ini didapatkan sebuah kesepakatan kelas yang  menjadi tuntunan/aturan siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Kesepakatan kelas juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya psoitif pada siswa yaitu pembiasan-pembiasaan karakter positif/nilai-nilai kebajikan yang sudah termuat di dalam kesepakatan kelas yang sudah dibuat

KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN DALAM PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

a.  Keberhasilan

Keberhasilan dalam aksi nyata ini adalah :

1.   Menghasilkan sebuah kesepakatan kelas yang dibuat bersama-sama oleh seluruh anggota kelas yang hadir saat itu.

2.   Keberanian siswa dalam mengeluarkan pendapat/ide/usul tentang kelas impian yang mereka inginkan dan dituangkan dalam poin-poin kesepakatan kelas

b.  Kegagalan

Kegagalan dalam aksi nyata ini adalah : terkendala waktu proses pelaksanaan kesepakatan kelas tidak maksimal dikarenakan sekolah dalam kondisi darurat covid-19 siswa Belajar Dari Rumah ( BDR ) sehingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan kelas tidak maksimal

 RENCANA PERBAIKAN

Rencana perbaikan dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah proses pembuatan kesepakatan kelas akan direncanakan dengan matang baik dari waktu dan tahapannya. Waktunya akan direncanakan awal semester tahun depan dan diharapkan seluruh siswa ikut andil mengambil bagian dalam mengeluarkan ide/pendapat/usul/gagasan tentang kelas impian yang diharapkan/dicapai. Selanjutnya kesepakatan kelas harus ditandatangani oleh seluruh siswa kelas tersebut sebagai bentuk persetujuan akan kesepakatan yang dibuat bersama. Dan semoga dalam pelaksanaannya siswa sudah tidak lagi Belajar dari Rumah ( BDR )

 

DOKUMENTASI





  

POSTER HASIL KESEPAKATAN KELAS :

 


AKSI NYATA

 NAMA   : SUPARTI CGP ANGKATAN 4_SMPN 1 PLAOSAN kABUPATEN MAGETAN, JATIM AKSI NYATA 3.3.A.10 PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID MENYUSUN KESE...