NAMA : SUPARTI
CGP ANGKATAN 4_SMPN 1 PLAOSAN
kABUPATEN MAGETAN, JATIM
AKSI NYATA
3.3.A.10
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
MENYUSUN KESEPAKATAN
KELAS
Peristiwa ( Facts ) :
Latar
Belakang
Tujuan Pendidikan
adalan menuntun anak sesuai dengan kodratnya untuk mencapai kebahagiaan dan
keselamatan yang setinggi-tingginya. Proses menuntun yang dilakukan guru untuk
memerdekakan belajar murid akan cepat terrealisasi dengan program-program
sekolah yang berdampak pada murid. Program-program sekolah yang mengarahkan dan
menuntun murid untuk bisa hidup sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Segala
potensi yang dimiliki murid akan berkembang secara maksimal dengan adanya
program yang berdampak pada murid. Program yang berdampak pada murid akan
didapatkan dengan menyusun program tersebut secara kolaboratif dan memanfaatkan
kekuatan yang dimiliki. Proses penyusunan program tersebut mengimplementasikan
tahapan BAGJA dengan menerapkan pendekatan inkuiri apresiatif. Segala aset/
kekuatan/ potensi yang dimiliki sekolah haruslah dipetakan, dikelola dan
dimanfaatkan untuk mendukung dan mewujudkan program yang berdampak pada murid.
Program yang berdampak pada murid akan cepat dan tepat terlaksana jika
aset-aset dimiliki sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
SMP Negeri 1
Plaosan yang berada di kaki Gunung Lawu, berlokasi di tepi jalan raya menuju
obyek wisata Sarangan dengan jumlah murid 768 anak sudah pasti memiliki murid
dengan karakterisik sosial, agama dan budaya yang beragam. Mereka sudah membawa
karakter masing-masing. Peran guru sebagai pendidik hanya menuntun agar
terbentuk pribadi yang berkarakter Pancasila melalui keteladanan dalam diri
guru. Melalui program yang berdampak pada murid, semua potensi /aset yang
dimiliki murid dapat berkembang maksimal. Melalui pembuatan kesepakatan kelas,
diharapkan mampu menjembatani untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan
menyenangkan bagi semua murid. Kesepakatan kelas merupakan hasil usulan dari
seluruh warga kelas ( suara ), yang kemudian didiskusikan bersama warga kelas (
pilihan ), yang kemudian hasil kesepakatan kelas tersebut dipajang di kelas
untuk dilaksanakan bersama warga kelas ( kepemilikan ).
Kesepakatan kelas
sangatlah perlu disusun, untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman. Dengan
kesepakatan kelas tidak lagi ada hukuman, sehingga siswa akan menjalankan
kesepakatan kelas tersebut dengan penuh kesadaran. Karena keberagaman
karakteristik murid, sudah pasti akan ada murid yang melakukan pelanggaran
terhadap kesepakatan kelas tersebut yang dalam pelaksanaanya akan diberikan
konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Seiring dengan berjalannya waktu,
murid akan tumbuh kesadaran diri untuk mentaati kesepakatan yang telah dibuat
bersama. Harapan saya kesepakatan kelas ini tidak hanya disusun di kelas yang
saya ampu, tetai juga disusun di semua kelas. Dan ke depannya harapan saya kesepakatan
kelas ini akan bermuara menjadi kesepakatan sekolah. Jika kesepakatan sekolah
benar-benar terwujud dari suara murid, pilihan murid dan murid merasa memiliki
maka akan terwujudlah sekolah yang menyenangkan yang berpihak pada murid.
Proses Jalannya Penyusunan
Kesepakatan Kelas :
1. Komunikasi dengan Kepala
Sekolah terkait Program Penyusunan Kesepakatan Kelas di seluruh kelas.
2. Sosialisasi Program Penyusunan
Kesepekatan Kelas kepada Rekan Guru ( terutama Wali Kelas )
3. Sosialisasi Program Kesepakatan
Kelas pada Murid di kelas.
4. Guru Meminta pendapat murid
tentang kelas idaman ( suara murid )
5. Guru meminta ide murid untuk
mewujudkan kelas idaman ( suara murid )
6. Murid bersama memilih ide-ide
yang sesuai untuk mewujudkan kelas idaman untuk disepakati bersama ( pilihan
murid )
7. Hasil kesepakatan kelas dibuat
dalam bentuk poster
8. Poster hasil kesepakatan kelas
dipajang di kelas ( kepemilikan murid )
Dampak Yang Didapatkan :
Program Penyusunan kesepakatan kelas dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya positif dari dalam diri murid dengan tanpa adanya paksaan. Murid yang melanggar kesepakatan kelas tidak diberikan hukuman/ sanksi, tetapi murid hanya dikenai konsekuensi dari kesalahan yang dilakukan. Dengan demikian murid dengan penuh kesadaran dari dalam diri murid sendiri akan menjalankan hasil kesepakatan kelas tersebut. Dengan terlaksananya kesepakatan kelas, maka terciptalah suasana kelas yang kondusif dan nyaman sehingga terwujudlah pembelajaran yang berpihak pada murid. Kesepakatan kelas diharapkan dapat menjadi keyakinan kelas, yang untuk jangka panjangnya akan menjadi keyakinan sekolah. Keyakinan Sekolah diharapkan mampu menggantikan posisi peraturan sekolah, sehingga warga sekolah akan menjalankan keyakinan sekolah bukan karena hukuman dan paksaan.
Tujuan Aksi Nyata :
- Menumbuhkan budaya positif dalam diri murid tanpa adanya paksaan
- Menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid melalui penyaluran suara, menentukan pilihan dan kepemilikan muird
- Terwujudnya lingkungan pembelajaran yang nyaman dan berpihak pada murid
Dukungan Yang Dibutuhkan :
1. Kepala Sekolah, sesama CGP, rekan guru dan tenaga kependidikan
2. Peserta didik sebagai subyek pelaksana kegiatan
3. Sarana prasarana yang menunjang pelaksanaan kegiatan
4. Wali murid
5. Finansial
Langkah-langkah B A G J A
B - Buat Pertanyaan
- Bagaimana cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid.
A - Ambil Pelajaran ;
- Apakah murid terpaksa menjalankan ketertiban sekolah ?
- Apakah yang memotivasi murid dapat mengikuti pembelajarn dengan menyenangkan ?
- Apa yang memotivasi murid agar dapat menjalankan ketertiban sekolah ?
G - Gali Mimpi
- Seperti apa penyusunan kesepakatan kelas yang berpihak pada murid ?
- Seperti apa pembelajaran yang berpihak pada murid ?
J _ Jabarkan rencana
- Langkah apa yang bisa dilakukan untuk mewujudkan penhyusunan kesepakatan kelas ?
- Bagaimana program ini bisa dijalankan di semua kelas ?
- Bagaimana program ini memperomosikan suara, pilihan murid dan kepemilikan murid ?
A - Atur Ekskusi Tindakan
- Siapa ( murid dan guru ) yang bertanggung jawab memonitor agar kegiatan dapat berjala dengan menyenangkan ?
- Siapa yang dapat diajak berkolaborasi mengamati keterlaksanaan kesepakatan kelas ?
Perasaan ( Feeling )
Perasaan saya ketika merencanakan dan menjalankan program :
Ketika menjalankan Aksi Nyata saya merasa senang dan antusias, semoga aksi nyata yang saya lakukan melalui Program Yang Berdampak Pada Murid dengan Penyusunan Kesepakatan Kelas mampu mengubah SMP Negeri 1 Plaosan menjadi lebih baik., murid-murid tumbuh dengan karakter yang baik melalui budaya positif dan tercipta pembelajaran yang nyaman serta mengakomodir kebutuhan seluruh murid.
Pembelajaran ( Pinding )
Dengan Membuat Kesepakatan Kelas yang berasal dari murid
sendiri, ternyata murid dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan akan berusaha
untuk menjalankan apa yang telah diseakati bersama. Melalui penyusunan
Kesepakatan Kelas, mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan Murid dengan
mempromosikan Suara ( Voice ), Pilihan ( Choice ) dan Kepemilikan ( ownership )
Penerapan Ke Depan ( Future )
Pelaksanaan hasil kesepakatan kelas akan dimonitor dan evaluasi dengan harapan melalui perbaikan maka kesepakatan kelas akan menjadi keyakinan kelas dan ke depannya akan menjadi keyakinan sekolah, di mana murid akan menjalankan Budaya Positif dengan kesadaran dari dalam dirinya, sehingga tidak ada lagi Peraturan Sekolah yang memaksa murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar